Kolom Udar Rasa Jean Couteau Indonesiaku: Suara dari Tepi Sungai Ayung

Rp59.000

Buku ini dimulai dari hal yang sederhana, tetapi kemudian menukik ke dalam momen-momen aktual yang sedang kita hadapi saat ini. Sebutlah itu kebangkitan radikalisme, memudarnya toleransi, ataupun ujaran kebencian di media social.

Buku yang berjudul Kolom Udar Rasa Jean Couteau Indonesiaku dibagi kedalam beberapa bagian.

Membaca tulisan-tulisan Jean Couteau seperti membongkar stereotip laku budaya kita. Benarkah kita ini luhur, religius, menghargai sesama manusia?

Apakah identitas kita membuat kita menjadi makhluk gelap atau manusia terang? Seluruh tulisan dalam buku ini memulai dari hal sederhana, tetapi kemudian menukik ke dalam momen-momen aktual yang sedang kita hadapi saat ini. Sebutlah itu kebangkitan radikalisme, memudarnya toleransi, ataupun ujaran kebencian di media sosial.

Clear

Description

Jean Couteau, lahir dan tumbuh pada keluarga seniwati dan penulis Prancis Genevieve Couteau (1925-2013). Dia mulai bermukim di Indonesia sejak tahun 1975. Setelah mempelajari seni rupa Bali, dia mengambil studi doktor di EHSS di Paris (1986), bersamaan waktu mulai menulis tentang Bali dan Indonesia. Dengan dimentori Usadi Wiratnaya, dan disokong oleh kartunis Wayan Sadha. Turut mendirikan majalah Archipelago, lalu turut mengasuh halaman English Corner di Bali Post (1989-1994). Dia lalu terjun di dalam dunia seni rupa nasional melalui tulisan-tulisan di Gatra, The Jakarta Post, dan lain-lain. Kini dia adalah salah satu penulis kolom “Udar Rasa” di Kompas.

Membaca tulisan-tulisan Jean Couteau seperti membongkar stereotip laku budaya kita. Benarkah kita ini luhur, religius, menghargai sesama manusia?

Apakah identitas kita membuat kita menjadi makhluk gelap atau manusia terang? Seluruh tulisan dalam buku ini memulai dari hal sederhana, tetapi kemudian menukik ke dalam momen-momen aktual yang sedang kita hadapi saat ini. Sebutlah itu kebangkitan radikalisme, memudarnya toleransi, ataupun ujaran kebencian di media sosial.

Saya telah belajar dari Couteau bagaimana mencemooh diri sendiri dan mengamalkan humor sebagai sarana terapi sosial. Politik saya—dan politik kita, semoga—ialah pencapaian ke arah kesetaraan di antara umat manusia; ialah yang membuat masing-masing kita jadi manusia merdeka, bukan anggota kawanan ternak.
(NIRWAN DEWANTO, SASTRAWAN)

Additional information

Weight 0.3 kg
Dimensions 21 × 14 cm
ISBN

978-602-412-303-1

Penerbit

Penerbit Buku Kompas

Penulis

Jean Couteau

Tanggal Terbit

2017

Jumlah Halaman

208

Ukuran

14 x 21 cm

Tujuan Pengiriman

You may also like…