Berebut Jiwa Bangsa – Dialog, Persaudaraan dan Perdamaian

Rp99.000

Apa itu Bangsa Indonesia? Masih Adakah nilai-nilai bangsa dan perlukah dipertahankan eksistensinya? Setiap bangsa tentu punya persoalan. Celakanya di Indonesia, persoalan itu oleh pemerintah dan elite politik ditangani secara sembarangan dan lebih banyak mengurbankan kepentingan rakyat kecil.
Buku Berebut Jiwa Bangsa: Dialog, Perdamaian, dan Persaudaraan berisi gagasan dan pandangan perihal berbagai persoalan yang menghujani nilai dan visi kebangsaan Indonesia sejak Orde Baru. Mulai dari ancaman disintegrasi, korupsi, penggusuran rakyat kecil, dialog antarumat beragama, hingga pembangunan kesejahteraan umum seperti jaringan transportasi sampai harga bahan bakar minyak.
Clear

Description

Apa itu Bangsa Indonesia? Masih Adakah nilai-nilai bangsa dan perlukah dipertahankan eksistensinya? Setiap bangsa tentu punya persoalan. Celakanya di Indonesia, persoalan itu oleh pemerintah dan elite politik ditangani secara sembarangan dan lebih banyak mengurbankan kepentingan rakyat kecil.
Buku Berebut Jiwa Bangsa: Dialog, Perdamaian, dan Persaudaraan berisi gagasan dan pandangan perihal berbagai persoalan yang menghujani nilai dan visi kebangsaan Indonesia sejak Orde Baru. Mulai dari ancaman disintegrasi, korupsi, penggusuran rakyat kecil, dialog antarumat beragama, hingga pembangunan kesejahteraan umum seperti jaringan transportasi sampai harga bahan bakar minyak.
Penulis menyampaikan saran dan kritiknya dengan argumentasi yang sehat dan nalar. Karena itulah, buku ini bisa memberikan optimisme dan semangat untuk memperbaiki dan merajut kembali nilai-nilai keindonesiaan. Sebuah bacaan wajib bagi mereka yang tetap cinta keindonesiaan dan bertekad membangunnya dengan penuh kejujuran dan tanpa diskriminasi. Andaikata rasa kebangsaan itu mati, bangsa Indonesia akan mati dan negara hancur. Soalnya, yang mempersatukan ratusan etnik, suku dan komunitas, penganut beberapa agama, yang hidup di atas ribuan pulau dari Sabang sampai Merauke, hanyalah kebangsaan Indonesia tak ada lain. Tak ada yang dapat menggantikan rasa kebangsaan.
Franz Magnis-Suseno SJ, rohaniwan, guru besar emeritus Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara di Jakarta, lahir tahun 1936 di Jerman, sejak tahun 1961 hidup di Indonesia. Aktif dalam pelbagai forum antar-agama dan terlibat dalam pencarian etika kehidupan bangsa untuk abad ke-21 ini. Sudah menulis lebih dari 600 karangan populer dan ilmiah dan 36 buku, terutama dalam bidang etika, filsafat politik, dan pandangan dunia Jawa, di antaranya Kebangsaan, Demokrasi, dan Pluralisme (2015), Dari Mao ke Marcuse: Percikan Filsafat Marxis Pasca-Lenin (2014); Etika Abad ke-20: 12 Teks Kunci (2006); Menalar Tuhan (2005); Tokoh Etika Sejak Zaman Yunani Sampai Abad ke-19 (1997); Etika Jawa. Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa (1984)

Additional information

Weight 0.4 kg
Dimensions 21 × 14 cm
ISBN

978-979-709-966-4

Penerbit

Penerbit Buku Kompas

Penulis

Franz Magnis-Suseno

Tanggal Terbit

2015

Jumlah Halaman

400

Ukuran

14 x 21 cm