Defence and Aviation Menjaga Kedaulatan Negara di Udara

Rp99.000

Wilayah udara, suka atau tidak suka telah mejadi bagian yang utuh dari kedaulatan negara. Sejarah dunia mencatat pestiwa-peristiwa itu. Battle of Britain, serangan udara Jepang ke Pearl Harbor hingga pengeboman Hiroshima dan Nagasaki yang menghentikan Perang Dunia II serta perang-perang udara lainnya terkait peran pertahanan wilayah udara kedaulatan sebuah negara. Paling mutakhir, Arab Saudi mempertontonkannya pada dunia. General Authority of Civil Aviation (GACA) mengeluarkan larangan terbang semua pesawat Qatar di wilayah udara Saudi Arabia menyusul sengketa yang terjadi antara Arab Saudi dan Qatar. (Halaman 64-67)

 

Clear

SKU: KOIDRTLPBKBKU1020000 Categories: , , Tags: , , , ,

Description

Chappy Hakim telah melekat dalam dunia dirgantara di Indonesia. Tak hanya karena pernah menjadi orang nomor satu di Angkatan Udara Indonesia, tetapi terlebih karena passion-nya yang tak pernah lepas dari kedirgantaraan Indonesia. Melalui kolom-kolomnya di kompas.com, mantan Kepala Staf TNI AU ini konsisten menyuarakan keprihatinannya tentang kedirgantaraan di Indonesia. Baginya, kedirgantaraan pertama-tama merupakan soal kedaulatan dan kebanggaan sebagai sebuah bangsa, bahkan persoalan keamanan nasional. Karena itu, tak pernah jemu ia sarankan agar Indonesia berdaulat atas wilayah udaranya sendiri. Di berbagai kolom dan kesempatan, ia mengingatkan perlunya perencanaan dan pembagian yang jelas antara penerbangan sipil dan militer. Ia juga mengingatkan perlunya kedisiplinan. Alasannya, dunia penerbangan berhubungan dengan teknologi tinggi yang mensyaratkan kedisiplinan dan zero tolerance terhadap kesalahan. Selamat menikmati luasnya dirgantara Indonesia.

Additional information

Weight 0.5 kg
Dimensions 23 × 15 cm
ISBN

978-602-412-329-1

Penerbit

Penerbit Buku Kompas

Penulis

Chappy Hakim

Tanggal Terbit

2017

Jumlah Halaman

344

Ukuran

23 x 15 cm