Jejak Soekarno di Bandung (1921-1934)

Rp59.000

Pelajaran politik pertama didapat Soekarno di Surabaya, dari gurunya H.O.S. Tjokroaminoto. Namun, “kawah candradimuka” Sang Bapak Bangsa adalah Bandung. Kota yang telah menggemblengnya menjadi seorang revolusioner sejati.

Di Bandunglah Soekarno mulai menabuh genderang perang melawan pemerintah kolonial Belanda; perjuangan yang membawanya ke sel Penjara Banceuy dan Sukamiskin, sebelum akhirnya dibuang jauh ke Ende, Flores.

Di Bandung pula Soekarno menemukan Cinta sejatinya yang pertama pada diri Inggit Garnasih. Tanpa dukungan sepenuh hati dari perempuan yang ia juluki sebagai “Drupadi” ini, Soekarno mungkin tak akan mampu bertahan menghadapi berbagai kesulitan dalam perjuangan menuju Indonesia merdeka.

Her Suganda menapaktilasi perjalanan Bung Karno selama13 tahun (1921-1934) di Bandung, dan menceritakan kisah menarik itu lewat buku ini.

Clear

Description

Pelajaran politik pertama didapat Soekarno di Surabaya, dari gurunya H.O.S. Tjokroaminoto. Namun, “kawah candradimuka” Sang Bapak Bangsa adalah Bandung. Kota yang telah menggemblengnya menjadi seorang revolusioner sejati.

Di Bandunglah Soekarno mulai menabuh genderang perang melawan pemerintah kolonial Belanda; perjuangan yang membawanya ke sel Penjara Banceuy dan Sukamiskin, sebelum akhirnya dibuang jauh ke Ende, Flores.

Di Bandung pula Soekarno menemukan Cinta sejatinya yang pertama pada diri Inggit Garnasih. Tanpa dukungan sepenuh hati dari perempuan yang ia juluki sebagai “Drupadi” ini, Soekarno mungkin tak akan mampu bertahan menghadapi berbagai kesulitan dalam perjuangan menuju Indonesia merdeka.

Her Suganda menapaktilasi perjalanan Bung Karno selama13 tahun (1921-1934) di Bandung, dan menceritakan kisah menarik itu lewat buku ini.

Additional information

Weight 0.3 kg
Dimensions 21 × 14 cm
ISBN

978-979-709-923-7

Penerbit

Penerbit Buku Kompas

Penulis

Her Suganda

Tanggal Terbit

2015

Jumlah Halaman

256

Ukuran

14 x 21 cm