Kedaulatan Frekuensi Regulasi Penyiaran, Peran KPI, dan Konvergensi Media

Rp10.000

Membangun dunia penyiaran yang sehat dan bermartabat ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Masih banyak orang yang, misalnya, menyatakan bahwa siaran televisi tidak lagi mendidik, kecuali mengarahkan pemirsanya ke arah kehidupan hedo nisme. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, hedonisme adalah pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup dengan menghindari beragam perasaan yang menyakitkan.(hlm. 22)

Clear

Description

Indonesia perlu segera menegakkan kedulatan frekuensi di wilayah udaranya. Tanpa kedaulatan ini, arus deras informasi global bakal tak terbendung dan menenggelamkan idealisme kepenyiaran radio maupun televisi dalam cengkeraman bisnis semata. Dampak lanjutannya, nilai-nilai asing, yang tak selalu positif, bakal dengan gampang merasuki kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara. Di tengah gejolak konvergensi media, fenomena konglomerasi bisnis pe nyiaran,
dan ketidakberdayaan UU Penyiaran, peran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai “penjaga moral bangsa” merupakan sebuah keniscayaan. Berbagai hal baru yang patut diketahui masyarakat luas terkait per soal an pengaturan frekuensi di wilayah udara Indonesia dapat ditemukan dalam buku ini, yang merupakan hasil rangkuman pakar fi lsafat bahasa dan pengamat masalah komunikasi Wahyu Wibowo dari hasil seminar dan workshop Indonesia Broadcasting Expo (IBX) 2013 yang dise leng garakan KPI Pusat.

Additional information

Weight 0.3 kg
Dimensions 19 × 13 cm
ISBN

978-979-709-733-2

Penerbit

Penerbit Buku Kompas

Penulis

KPI PUSAT

Tanggal Terbit

2013

Jumlah Halaman

232

Ukuran

21 x 14 cm