Kisah Perjalanan Pangeran Soeparto

Rp89.000

INI KISAH MENGENAI SEBUAH PERJALANAN YANG SPESIAL. Bukan rute perjalanannya yang istimewa, karena sejak akhir abad ke-19, setiap dua minggu sekali berlayar kapal penumpang di antara Belanda dan Hindia-Belanda. Yang istimewa adalah seorang penumpang di salah satu kapal, yang berangkat meninggalkan Pulau Jawa pada pertengahan Juni 1913. Sang penumpang bukanlah bagian dari kelompok pegawai pemerintah Hindia-Belanda maupun pemilik atau pegawai perkebunan yang memenuhi kapal itu; ia seorang pangeran Jawa yang berangkat untuk belajar di Kota Leiden.

Catatan perjalanannya yang unik ini pun melengkapi khazanah cerita pelancong-pelancong Belanda yang melakukan perjalanan ke arah timur. Kisah ini awalnya ditulis dalam bahasa Jawa dan diterbitkan pada tahun 1916 di Batavia oleh Commissie voor de Volkslectuur (Komisi Pustaka Rakyat)—komisi yang meminta Pangeran Soeparto menuliskan kisahnya. Tujuannya, agar orang-orang yang se(suku) bangsa dengannya dapat memetik pengetahuan dari perjalanan Sang Pangeran ke dunia Barat yang modern.

Clear

Description

INI KISAH MENGENAI SEBUAH PERJALANAN YANG SPESIAL. Bukan rute perjalanannya yang istimewa, karena sejak akhir abad ke-19, setiap dua minggu sekali berlayar kapal penumpang di antara Belanda dan Hindia-Belanda. Yang istimewa adalah seorang penumpang di salah satu kapal, yang berangkat meninggalkan Pulau Jawa pada pertengahan Juni 1913. Sang penumpang bukanlah bagian dari kelompok pegawai pemerintah Hindia-Belanda maupun pemilik atau pegawai perkebunan yang memenuhi kapal itu; ia seorang pangeran Jawa yang berangkat untuk belajar di Kota Leiden.

Pada tahun 1916, setelah kembali dari perjalanannya, Raden Mas Haryo Soerjosoeparto (Soeparto) dinobatkan menjadi Mangkunegoro VII. Namun, perjalanannya ke negeri Belanda tidak berlalu begitu saja. Ia menuliskan segala sesuatu yang dilihat dan dialaminya dengan detail, sehingga pembaca berkesempatan ikut serta bersamanya. Melalui kisahnya, ayah Gusti Noeroel ini berbagi pengalaman dan haru serta pesona yang dirasakannya. Catatan perjalanannya yang unik ini pun melengkapi khazanah cerita pelancong-pelancong Belanda yang melakukan perjalanan ke arah timur. Kisah ini awalnya ditulis dalam bahasa Jawa dan diterbitkan pada tahun 1916 di Batavia oleh Commissie voor de Volkslectuur (Komisi Pustaka Rakyat)—komisi yang meminta Pangeran Soeparto menuliskan kisahnya. Tujuannya, agar orang-orang yang se(suku)bangsa dengannya dapat memetik pengetahuan dari perjalanan Sang Pangeran ke dunia Barat yang modern.

Additional information

Weight 0.3 kg
Dimensions 21 × 14 cm
ISBN

978-602-412-305-5

Penerbit

Penerbit Buku Kompas

Penulis

Clara Brinkgreve, Frieda Amran, Hoesein W. Djajadiningrat, Madelon Djajadiningrat

Tanggal Terbit

2017

Jumlah Halaman

252

Ukuran

14 x 21 cm

You may also like…