Membaca Indonesia

Rp109.000

Masa lalu, kini, dan masa depan Indonesia dibentuk oleh kepingan peristiwa yang saling terkait dan tak terhitung jumlahnya. Belajar dari kepingan masa lalu akan membantu menghindari kesalahan dan menuju keberhasilan di masa kini, sekaligus memudahkan jalan membentuk kepingan yang lebih baik di masa depan.

 

Clear

Description

Kepingan kejayaan masa lalu Nusantara, antara lain dapat dilihat di Pulau Run di Banda Neira. Saking berharganya pulau penghasil pala tersebut, Serikat Dagang Hindia Timur (VOC) bersedia menyerahkan Manhattan di Amerika Serikat guna mendapatkan Pulau Run dari Inggris pada tahun 1667. Namun, saat ini Pulau Run “menghilang” dari peta global, sementara Manhattan di New York jadi jantung ekonomi AS. VOC yang sempat menangguk keuntungan besar dari perdagangan rempah di Nusantara juga dinyatakan bangkrut pada tahun 1799. Masifnya praktik korupsi yang dilakukan anggota lembaga itu menjadi sebab utama kebangkrutan.

Di sisi lain, keberhasilan Hayam Wuruk yang beragama Hindu dan Gajah Mada yang beragama Buddha, dalam mengelola keragaman di Majapahit, menjadi faktor penting yang mengantarkan kerajaan itu mencapai puncak kejayaan. Kesadaran terhadap keberagaman ini juga yang melahirkan kesepakatan di antara bapak bangsa Indonesia untuk menerima Pancasila sebagai dasar dari negara yang mereka dirikan dan bertahan hingga saat ini. Namun, pertikaian antar-elite, ketidaksetiaan terhadap kesepakatan bersama, hukum yang tak adil, serta kemakmuran yang tidak merata boleh jadi tak hanya meruntuhkan sejumlah kerajaan di masa lalu, tapi juga menjadi persoalan yang mesti diwaspdai pada saat ini dan masa depan.

Additional information

Weight 0.5 kg
Dimensions 25.5 × 17.5 cm
ISBN

978-602-412-426-7

Penerbit

Penerbit Buku Kompas

Penulis

KOMPAS

Tanggal Terbit

2018

Jumlah Halaman

264

Ukuran

25.5 x 17.5 cm