Panji Koming

Rp115.000

Persoalan tersebut dicoba-tampilkan secara anakronistis di era Kerajaan Majapahit abad ke-15 yang lalu. Melalui pandangan kelas rakyat, seorang Panji Koming yang lugu dan Pailul yang slengean. Serta Ni Woro Cimblon tunangan Panji Koming, Ni Dyah Gembili pacar Pailul, selengkapnya dengan keponakan mereka Bujel dan Trinil. Mereka dengan perasaan ngungun, sebal, dongkol sesuai kepribadian masing-masing, melihat ke atas bagaimana para pengatur negeri ini…membiarkan telur nangkring di ujung tanduk.

Untuk melakukan pembelian, silahkan login.

SKU: KOIDRTLPBKBKU33900000 Categories: , , Tags: , ,

Description

Bagai telur di ujung tanduk. Itulah salah satu perumpamaan di zaman Kala Bendhu ini. Masalahnya siapa yang menaruh telur di ujung tanduk, perbuatan bodoh. Lantas tanduk hewan apa pula yang digunakan? Telur apa yang nangkring di tanduk. Bisa saja seekor bebek teler bertelur di cula badak, bukan tanduk. Perumpamaan yang ngaco dari awal. Problem di atas tadi adalah gambaran keadaan negara kita tahun 2003 sampai dengan 2007. Penuh dengan tebaran peraturan dan tuaian pelanggaran. Penuh dengan lagu tanpa nada, penuh dengan nada tanpa suara. Penuh dengan penyanyi tanpa manusia.

Additional information

Weight 0.3 kg
Dimensions 22 × 17 × 3 cm
Bentuk

Cetak

Penerbit

Penerbit Buku Kompas

Penulis

Dwi Koendoro Br.

Ukuran

21,5 x 17,5 cm

ISBN

978-602-412-096-2

Reviews

There are no reviews yet.

Only logged in customers who have purchased this product may leave a review.