Post-Truth dan (Anti) Pluralisme

Rp69.000

Buku ini secara garis besar mendiskusikan empat hal. Pertama, akar antipluralisme pasca ”berakhirnya sejarah”. Kedua, bagaimana menempatkan teknologi informasi secara cerdas dalam lingkup masyarakat yang plural dan beragam. Ketiga, aspek yang mendukung berkembangnya sikap bineka. Keempat, kekuatan masyarakat dalam mengembangkan sikap bineka.

Clear

Description

Buku ini menelisik gejala ”benturan peradaban” dalam bingkai pemahaman atas ekses yang ditimbulkan oleh meluasnya pemakaian teknologi informasi. Bahasan dalam buku mengerucut pada apa yang disebut fenomena ”post-truth” atau pasca kebenaran dan goncangan terhadap sikap atau cara pandang atas pluralisme di dalam masyarakat.

Fenomena post-truth menghadirkan jenis fakta atas suatu peristiwa yang kebenarannya dapat dimanipulasi sesuai dengan kepentingan dan kemauan pengirim berita. Proses kerja post-truth sangat terfasilitasi oleh teknologi informasi digital. Dalam alam sosial-politik kekuasaan yang saling berebut ruang pengaruh atas penguatan identitas kolektif dewasa ini, fasilitasi teknologi informasi justru memperkuat dan mempercepat sebaran fenomena post-truth sehingga berpotensi meremuk sendi-sendi kehidupan masyarakat, antara lain kesadaran tentang pentingnya merawat dan menghargai perbedaan. Tak pelak, kemajuan teknologi informasi telah mengamplifikasikan dampak dari benturan peradaban. Meskipun demikian, harapan selalu dapat disemaikan oleh potensinya yang positif.

Additional information

Weight 0.3 kg
Dimensions 14 × 21 cm
ISBN

978-602-412-646-9

Penerbit

Penerbit Buku Kompas

Penulis

Mangunwijaya

Tanggal Terbit

2019

Jumlah Halaman

182

Ukuran

14 x 21 cm

You may also like…