WKRI

Rp69.000

Dengan corak nasional, berarti tugas, misi, dan kewajibannya pun menjadi bertambah banyak dan berat. Tugas wilayah pelayanannya pun menjadi bertambah luas. Namun, sejak semula sudah menjadi niatan hati untuk menghadirkan Gereja, untuk memberikan pelayanan, untuk menjadi bagian dari karya pewartaan Kabar Gembira apa pun risikonya, maka semuanya dijalani dengan penuh kebahagiaan dan syukur.)

Untuk melakukan pembelian, silahkan login.

SKU: KOIDRTLPBKBKU20500000 Categories: , , Tags: , , ,

Description

Semangat keprihatinan dan belarasa yang dijiwai dan disemangati oleh Ensiklik Rerum Novarum yang dikeluarkan Paus Leo XIII (1891) terhadap kaum perempuan, telah mendasari lahirnya organisasi wanita Katolik yang kemudian bernama Poesara Wanita Katholiek, 26 Juni 1924.

Poesara Wanita Katholiek lahir menyusul kelahiran sejumlah organisasi perempuan, baik organisasi independen maupun organisasi yang berhubungan dengan organisasi keagamaan, di tengah berkobarnya semangat nasionalisme di awal abad ke-20. Adalah R.A. Soelastri, putri Puro Pakualaman Yogyakarta, yang memperoleh pencerahan dari para rohaniwan dan rohaniwati, para pastor dan para suster, serta persentuhannya dengan alumni sekolah Mendut dan Van Lith Muntilan, memiliki kepekaan yang tajam melihat situasi dan kondisi para perempuan sezamannya.

Ajaran Kristiani dan seluruh nilai kemanusiaannya yang diterima di Susteran Fransiskanes, Kidul Loji dan pertemuannya dengan para misionaris, telah menggugah hatinya untuk melakukan sesuatu, menghadirkan Gereja secara nyata dalam kehidupan manusia, ke tengah masyarakat.

Additional information

Weight 0.3 kg
Dimensions 23 × 15 × 3 cm
ISBN

978-623-241-193-7

Jumlah Halaman

208

Penerbit

Penerbit Buku Kompas

Penulis

Trias Kuncahyono

Tanggal Terbit

2019

Bentuk

Cetak