Ensiklopedia Pulau-pulau Kecil Nusantara: Kalimantan Selatan, Antara Laut Jawa dan Selat Makassar

Rp85.000

Mengembangkan potensi sumberdaya pulau-pulau kecil yang tersebar dari Sabang sampai  Merauke, dari Pulau Miangas sampai dengan Pulau Rote, merupakan potensi maritim bangsa yang perlu dan wajib dikembangkan, baik potensi sumberdaya alam maupun masyarakat yang tinggal di dalamnya. – Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan

Ensiklopedia ini diharapkan berperan menghidup-hidupkan budaya maritim, tidak selesai sebagai wacana dengan menunjukkan data dua pertiga wilayah NKRI adalah air, tetapi juga membangun kecintaan pada isi dapur Indonesia. Termasuk di dalamnya menghilangkan pertanyaan kritis dalam kaitan SDM-nya: sosok nelayan, mengapa selalu berkonotasi kemiskinan, ketelantaran, dan ketertinggalan? Dimulai dengan penerbitan Provinsi Sulawesi Tengah, menurut saya tepat, karena secara topografis di kawasan Indonesia Tengah terletak garis Wallace—garis imajiner yang membedakannya dengan Indonesia Barat dan Indonesia Timur—terdapat berbagai keistimewaan. – Jakob Oetama (Pemimpin Umum Kompas)

Clear

Description

Kabupaten dan dua kota. Secara geografis berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur di utara, Provinsi Kalimantan Tengah di barat, serta Selat Makassar di timur dan Laut Jawa di selatan. Dari 13 kabupaten/kota tersebut, lima kabupaten dan satu kota di antaranya merupakan wilayah yang memiliki pulau-pulau kecil, yakni Kabupaten Barito Kuala, Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru, serta Kota Banjarmasin.

Lansekap Kalimantan Selatan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sungai dan laut. Daratan terbelah oleh nadi kehidupan yang menghubungkan bagian hulu dengan muara, yang diteruskan dengan perairan yang membiru. Pulau-pulau kecil terserak mulai dari sungai yang berbataskan daratan perairan lepas di Selat Makassar dan Laut Jawa. Momen bersejarah bagi masyarakat Kalimantan Selatan adalah tanggal 1 Januari 1957. Pada tanggal itu Kalimantan Selatan resmi menjadi provinsi yang berdiri sendiri di Pulau Kalimantan, bersama-sama dengan Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Barat, yang sebelumnya ketiga provinsi tersebut berada dalam satu provinsi, yaitu Provinsi Kalimantan.

Pangeran Antasari yang diabadikan pada uang lembaran Rp 2.000 menjadi salah satu tokoh penting bagi Kalimantan Selatan. Bangsawan Banjar ini adalah salah satu tokoh yang getol melakukan perlawanan terhadap kaum kolonial Belanda, meski pada tahun 1905 perlawanan-perlawanan tersebut berhasil ditumpas Belanda.

Additional information

Weight 0.4 kg
Dimensions 23 × 15 cm
ISBN

978-979-709-893-3

Penerbit

Penerbit Buku Kompas

Penulis

Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan

Tanggal Terbit

2015

Jumlah Halaman

216

Ukuran

15 x 23 cm