Revolusi, Diplomasi, Diaspora : Indonesia, Tiongkok, dan Etnik Tionghoa, 1945 – 1967

Rp129.000

Buku ini memperlihatkan tidak hanya perjalanan etnis Tionghoa di Indonesia, tetapi juga perjalanan hubungan antara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Republik Indonesia dalam kurun waktu yang dipenuhi dengan gejolak (1945- 1967). Penelitian ini bersumber dari arsip Kementrian Luar Negeri RRT yang sempat dibuka untuk para sejarawan/peneliti diplomasi. Setelah lepas dari penjajahan Jepang dan pada masa Revolusi Indonesia, etnis Tionghoa menghadapi kesulitan untuk melebur dalam konsep baru kewarganegaraan yang tidak mempertimbangkan faktor ras. Di masa Orde Lama, ketika etnis Tionghoa di Indonesia mengalami penderitaan karena pertentangan internal dan diskriminasi, pemerintah RRT dan Indonesia justru tengah menikmati hubungan persahabatan yang menajubkan. Keduanya bertujuan mengubah dunia menjadi bipolar di bawah dominasi Moskow dan Washington untuk menjadi tatanan dunia internasional baru yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

Clear

SKU: KOIDRTLPBKBKU15500000 Category: Tags: , , , , , ,

Description

Suatu hari pada Juni 1955 di Pelabuhan Tanjung Priok, Liang, 24 tahun, akan segera meninggalkan tanah air de facto-nya, tempat dia dilahirkan dan tumbuh menjadi dewasa. Ia akan pergi menuju tanah air de jure yang selalu diimpikannya sejak masa anak-anak….. Lima puluh tahun kemudian, pada suatu sore di pertengahan musim panas di Beijing, Liang yang sekarang menjadi guru besar emeritus Studi Internasional, Universitas Peking menceritakan kembali peristiwa itu dengan mata berkaca-kaca. Saat yang menentukan jalan hidupnya itu masih segar dalam ingatannya seolah baru terjadi kemarin.

Buku ini memperlihatkan tidak hanya perjalanan etnis Tionghoa di Indonesia, tetapi juga perjalanan hubungan antara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Republik Indonesia dalam kurun waktu yang dipenuhi dengan gejolak (1945- 1967). Penelitian ini bersumber dari arsip Kementrian Luar Negeri RRT yang sempat dibuka untuk para sejarawan/peneliti diplomasi. Setelah lepas dari penjajahan Jepang dan pada masa Revolusi Indonesia, etnis Tionghoa menghadapi kesulitan untuk melebur dalam konsep baru kewarganegaraan yang tidak mempertimbangkan faktor ras. Di masa Orde Lama, ketika etnis Tionghoa di Indonesia mengalami penderitaan karena pertentangan internal dan diskriminasi, pemerintah RRT dan Indonesia justru tengah menikmati hubungan persahabatan yang menajubkan. Keduanya
bertujuan mengubah dunia menjadi bipolar di bawah dominasi Moskow dan Washington untuk menjadi tatanan dunia internasional baru yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

Namun, setelah meletusnya Gerakan 30 September, hubungan langsung menurun pada tingkat terendah dan terputus pada 1967. Kecurigaan terhadap etnik Tionghoa menyebabkan tindak kekerasan dan lebih dari 260.000 orang meninggalkan Indonesia. Orde Baru menuduh RRT berada dibalik G30S, namun apakah benar demikian? Di sisi lain, mengapa terjadi pertentangan internal etnik Tionghoa?

Additional information

Weight 0.5 kg
Dimensions 15 × 23 × 3 cm
ISBN

978-602-412-506-6

Jumlah Halaman

560

Penerbit

Penerbit Buku Kompas

Penulis

Taomo Zhou

Tanggal Terbit

2019

Ukuran

15 cm x 23 cm

Bentuk

Cetak